Definisi Asuransi dan Penjelasannya

BPJSasuransi.infoApa Saja Definisi Asuransi Menurut Para Ahlinya. Halo sahabat semuanya, nih ada info baru yaitu definisi asuransi syariah, definisi asuransi kesehatan menurut undang-undang, definisi asuransi konvensional, definisi asuransi kebakaran, definisi asuransi kredit, definisi asuransi menurut para ahli, definisi asuransi kerugian, definisi asuransi menurut pasal 246 kuhd. Penasaran ya, yuk langsung saja disimak selengkapnya dibawah ini ya.

Banyak pengertian yang sudah diberikan pada arti asuransi, di mana dengan cara sekilas tak ada persamaan pada pengertian yang satu dengan yang lain. Hal semacam ini dapat dimaklumi, lantaran mereka dalam mendefinisikannya sesuai dengan pojok pandang yang mereka pakai dalam melihat asuransi, di mana sesuai sama uraian di atas kalau asuransi bisa dilihat dari sebagian pojok.

Definsi Definisi itu diantaranya :

  • Pengertian asuransi menurut Pasal 246 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) Republik Indonesia : ” Asuransi atau pertanggungan yaitu satu kesepakatan, dengan mana seseorang penanggung mengikatkan diri pada tertanggung dengan terima satu premi, untuk memberi pergantian padanya lantaran satu kerugian, rusaknya atau kehilangan keuntungan yang diinginkan, yang mungkin saja bakal dideritanya lantaran satu momen yang tidak spesifik ” Berdasar pada pengertian itu, jadi dalam asuransi terdapat 4 unsur, yakni :
  1. Pihak tertanggung (insured) yang berjanji untuk membayar duit premi pada pihak penanggung, sekalian atau dengan cara berangsur-angsur.
  2. Pihak penanggung (insure) yang berjanji bakal membayar beberapa duit (santunan) pada pihak tertanggung, sekalian atau dengan cara berangsur-angsur jika berlangsung suatu hal yang memiliki kandungan unsur tidak spesifik.
  3. Satu momen (accident) yang tidak terntentu (tak di ketahui terlebih dulu).
  4. Kebutuhan (interest) yang mungkin saja bakal alami kerugian lantaran momen yang tidak spesifik.
  • Pengertian asuransi menurut Prof. Mehr serta Cammack : ” Asuransi adalah satu alat untuk kurangi kemungkinan keuangan, lewat cara pengumpulan unit-unit exposure dalam jumlah yang ideal, untuk bikin supaya kerugian individu bisa diprediksikan. Lalu kerugian yang bisa diramalkan itu dipikul rata oleh mereka yang tergabung “.

Definisi Asuransi dan Penjelasannya

 

  • Pengertian asuransi menurut Prof. Mark R. Green : ” Asuransi yaitu satu instansi ekonomi yang mempunyai tujuan kurangi resiko, dengan jalan menggabungkan dalam satu pengelolaan beberapa object yang cukup besar jumlahnya, hingga kerugian itu secara detail bisa diramalkan dalam batas-batas spesifik “.
  • Pengertian asuransi menurut C. Arthur William Jr serta Richard M. Heins, yang mendeskripsikan asuransi berdasar pada dua pojok pandang, yakni :

a. ” Asuransi yaitu satu pengaman pada kerugian finansial yang dikerjakan oleh seseorang penanggung “.

b. “. Asuransi yaitu satu kesepakatan dengan mana dua atau lebih orang atau tubuh menghimpun dana untuk menanggulangi kerugian finansial “.

Berdasar pada bebrapa pengertian itu diatas sangkanya tentang pengertian asuransi yang bisa meliputi semuanya pojok pandang : ” Asuransi yaitu satu alat untuk kurangi resiko yang menempel pada perekonomian, lewat cara manggabungkan beberapa unit-unit yang terserang resiko yang sama atau nyaris sama, dalam jumlah yang cukup besar, supaya probabilitas kerugiannya bisa diramalkan apabila kerugian yang diramalkan berlangsung bakal dibagi dengan cara proposional oleh semuanya pihak dalam paduan itu “.

Baja Juga  Memilih Asuransi Mobil All Risk yang Bagus

Pengertian Asuransi apabila di tinjau dari sisi hukum yaitu : ” Asuransi atau pertanggungan yaitu kesepakatan pada 2 (dua) pihak atau lebih di mana pihak tertanggung mengikat diri pada penanggung, dengan terima premi-premi Asuransi untuk berikan pergantian pada tertanggung lantaran kerugian, rusaknya atau kehilangan keuntungan yang di berharap atau tanggung jawab hukum pada pihak ketiga yang mungkin saja bakal di derita tertanggung lantaran satu momen yg tidak tentu, atau untuk berikan pembayaran atas wafat atau hidupnya seorang yang di pertanggungkan. “

Definisi Asuransi dan Penjelasannya

PRINSIP – PRINSIP POKOK ASURANSI

Ada beberapa prinsip-prinsip pokok Asuransi yang sangat penting yang harus di penuhi baik oleh tertanggung maupun penanggung agar kontrak/perjanjian Asuransi berlaku (tidak batal). Adapun prinsip2 pokok Asuransi tersebut sbb:

  1. Prinsip Itikad Baik (Utmost Good Faith)
  2. Prinsip kepentingan yang dapat di Asuransikan (Insurable Interest)
  3. Prinsip Ganti Rugi (Indemnity)
  4. Prinsip Subrogasi (Subrogation)
  5. Prinsip Kontribusi (Contribution)
  6. Prinsip Sebab Akibat (Proximate Cause)
  1. PRODUK ASURANSI
  2. Asuransi Kerugian

Menutup pertanggungan untuk kerugian karena kerusakan atau kemusnahan harta benda yang dipertanggungkan karena sebab – sebab atau kejadian yang dipertanggungkan (sebab – sebab atau bahaya – bahaya yang disebut dalam kontrak atau polis asuransi). Dalam asuransi kerugian, penanggung menerima premi dari tertanggung dan apabila terjadi kerusakan atau kemusnahan atas harta benda yang dipertanggungkan maka ganti kerugian akan dibayarkan kepada tertanggung.

  1. Asuransi Jiwa

Menutup pertanggungan untuk membayarkan sejumlah santunan karena meninggal atau tetap hidupnya seseorang dalam jangka waktu pertanggungan.
Dalam asuransi jiwa, penanggung menerima premi dari tertanggung dan apabila tertanggung meninggal, maka santunan (uang pertanggungan) dibayarkan kepada ahli waris atau seseorang yang ditunjuk dalam polis sebagai penerima santunan.

  1. Produk Asuransi Kerugian
Baja Juga  Asuransi Mobil Rental Terbaik di Indonesia

Ø  Asuransi Kebakaran

Ø  Asuransi Angkutan Laut

Ø  Asuransi Kendaraan Bermotor

Ø  Asuransi Kerangka Kapal

Ø  Construction All Risk (CAR)

Ø  Property / Industrial All Risk

Ø  Asuransi Customs Bond

Ø  Asuransi Surety Bond

Ø  Asuransi Kecelakaan Diri

Ø  Asuransi Kesehatan

Ø  dan lain lain

  1. Produk Asuransi Jiwa

Ø  Asuransi Jiwa Murni (Whole Life Insurance)

Ø  Asuransi Jiwa Berjangka Panjang

Ø  Asuransi Jiwa Jangka Pendek (Term Insurance)

  1. Produk Asuransi Kerugian Dalam Program Asuransi Sosial

Ø  Asuransi Kecelakaan Diri yang dikeluarkan oleh PT Jasa Raharja

Ø  Asuransi Kesehatan dan Tabungan Hari Tua yang dikeluarkan oleh PT JAMSOSTEK

  1. Produk Asuransi Jiwa Dalam Program Asuransi Sosial

Ø  Program Dana Pensiun dan Tabungan Hari Tua bagi pegawai negeri dan ABRI yang diselenggarakan oleh PT. TASPEN dan PT ASABRI

  1. Pengertian Tarif
    Tarif Asuransi adalah:

Ø  Suatu harga satuan dari suatu kontrak Asuransi tertentu, untuk obyek pertanggungan tertentu, terhadap resiko tertentu, dan di gunakan untuk masa depan tertentu pula.

Ø  Alat untuk mengukur resiko yang realistis (reality of risk), yang berkisar dan tergantung kepada mutunya, makin besar kemungkinan rugi, makin besar pula tarifnya.

  1. Obyek Pertanggungan         
    Yaitu semua obyek (property dan manusia) yang dapat di pertanggungkan aturannya karena kemungkinan akan mengalami suatu resiko yang dapat menimbulkan kerugian di tinjau dari segi keuangan. Contoh:
  • Rumah tinggal, gedung, pabrik, tempat usaha, dll
  • Mobil, kapal, pesawat, dll
  • Jiwa manusia, kesehatan, dll
  • Proyek pembangunan dan pemasangan mesin
  • Pengangkutan barang
  • dll

SPPA (Surat Permintaan Penutupan Asuransi)   

SPPA adalah formulir isian yang harus di isi oleh calon tertanggung dalam rangka penutupan Asuransi yang akan di gunakan oleh penanggung untuk mengevaluasi tingkat resiko dari obyek pertanggungan tersebut. Adapun data yang diisi dalam SPPA adalah seputar obyek pertanggungan, kondisi sekitar obyek pertanggungan, data tertanggung, perincian obyek tertanggung, tingkat bahaya, dan lain-lain.

  1. FUNGSI ASURANSI :
  1. Transfer Resiko
Baja Juga  Keuntungan Dan Kekurangan Asuransi Prudential

Dengan membayar premi yang relatif kecil, seseorang atau perusahaan dapat memindahkan ketidakpastian atas hidup dan harta bendanya (resiko) ke perusahaan asuransi

  1. Kumpulan Dana

Premi yang diterima kemudian dihimpun oleh perusahaan asuransi sebagai dana untuk membayar resiko yang terjadi

Ditinjau dari beberapa sudut, maka asuransi mempunyai tujuan dan teknik pemecahan yang bermacam-macam, antara lain:

  1. Dari segi Ekonomi, maka :

Tujuannya

Mengurangi ketidak pastian dari hasil usaha yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan dalam rangka memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan.

Tekniknya

Dengan cara mengalihkan risiko pada pihak lain dan pihak lain mengkombinasikan sejumlah risiko yang cukup besar, sehingga dapat diperkirakan dengan lebih tepat besarnya kemungkinan terjadinya kerugian.

Dari segi Hukum, maka :

Tujuannya

Memindahkan risiko yang dihadapi oleh suatu obyek atau suatu kegiatan bisnis kepada pihak lain.

Tekniknya

Melalui pembayaran premi oleh tertanggung kepada penanggung dalam kontrak ganti rugi (polis asuransi), maka risiko beralih kepada penanggung.

Dari segi Tata Niaga, maka :

Tujuannya

Membagi risiko yang dihadapi kepada semua peserta program asuransi.

Tekniknya

Memindahkan risiko dari individu / perusahaan ke lembaga keuangan yang bergerak dalam pengelolaan risiko (perusahaan asuransi), yang akan membagi risiko kepada seluruh peserta asuransi yang ditanganinya.

Dari segi Kemasyarakatan, maka :

Tujuannya

Menanggung kerugian secara bersama-sama antar semua peserta program asuransi.

Tekniknya

Semua anggota kelompok (kelompok anggota) program asuransi memberikan kontribusinya (berupa premi )untuk menyantuni kerugian yang diderita oleh seorang / beberapa orang anggotanya.

Dari segi Matematis, maka :

Tujuannya

Meramalkan besarnya kemungkinan terjadinya risiko dan hasil ramalan itu dipakai dasar untuk membagi risiko kepada semua peserta (sekelompok peserta) program asuransi.

Nah, itulah sedikit informasi yang bisa saya share untuk rekan rekan semuanya. Semoga apa yang selalu saya bagikan bermanfaat untuk kita semuanya. Untuk teman teman yang ingin melihat kabar asuransi terbaru lainnya minggu ini lihat langsung saja dibawah ya. Terima kasih karena sudah mampir kesini.

Definisi Asuransi dan Penjelasannya | bpjsasuransi | 4.5